Berinvestasi saham dan reksadana merupakan salah satu aktivitas yang saat ini banyak digandrungi oleh banyak orang. Hal ini dipicu oleh faktor keuntungan yang relatif besar yang bisa diraih di masa depan dengan melakukan investasi. Dahulu, berinvestasi memang hanya dilakukan oleh pebisnis-pebisnis profesional saja atau orang-orang yang memang paham akan ekonomi dan bisnis. Namun, sekarang, investasi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk Anda yang mungkin masih pemula di ranah ini. Bagi pemula, tentunya Anda masih belum berani ambil resiko tinggi dengan bermain-main investasi di sembarang tempat. Oleh karena itu, artikel ini dibuat khusus bagi Anda untuk membantu Anda memahami saham dan reksadana dan menemukan jenis investasi yang aman dilakukan oleh pemula.

Mengenal Reksadana

Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang berupa kumpulan produk investasi yang diatur atau dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Produk investasi yang dimaksud dapat berupa saham, obligasi, surat utang, dan deposito. Melakukan investasi pasti tidak lepas dari jangka waktu investasi tersebut. Di dalam reksadana, jangka waktu investasi yang Anda miliki nantinya akan bergantung kepada jenis reksadana yang dipilih oleh Anda sebagai investor. Investasi reksadana sendiri ada yang jangka pendek selama dua tahun hingga jangka panjang sampai tujuh tahun. Jika Anda tertarik melakukan investasi reksadana jangka pendek, salah satu produk yang bisa Anda beli adalah reksadana pasar uang, namun jika Anda lebih cenderung untuk memiliki reksadana jangka panjang, maka reksadana saham adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika Anda membeli reksadana, maka sebagai investor Anda sudah tidak perlu lagi repot-repot mengelola sendiri investasi Anda. Manajer investasi yang handal dan berpengalaman akan mengelolanya untuk Anda. Manajer investasi juga berperan dalam memberikan keputusan mengenai pembelian produk investasi dan besaran persentase dari investasi yang dilakukan. Oleh karena itu, bagi Anda seorang investor yang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk belajar tentang investasi lebih lanjut, reksadana adalah pilihan yang cocok untuk Anda

Saham adalah salah satu jenis investasi yang biasanya dilakukan oleh pebisnis profesional. Ketika Anda melakukan investasi saham, maka Anda memiliki beberapa persen kepemilikan dalam suatu perusahaan. Anda bisa memilih dengan bebas perusahaan mana yang ingin Anda beli bagian kepemilikannya. Berbeda dengan jenis investasi reksadana yang bisa dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat, biasanya investasi saham dilakukan untuk jangka waktu yang lebih lama, minimal sepuluh tahun. Keuntungan yang didapat dari melakukan investasi saham akan dibagikan ke para investor secara tahunan. Untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham yang Anda lakukan, selain berasal dari dividen perusahaan tempat Anda melakukan investasi, Anda juga bisa menjual saham tersebut ketika harganya sedang tinggi. Dari sini, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berkali lipat jumlahnya. Sayangnya, investasi saham memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan investasi reksadana. Pada investasi saham, tidak ada manajer investasi yang akan mengurus investasi saham Anda, sehingga mau tidak mau Anda harus belajar dan memahami situasi perekonomian ketika sedang berinvestasi saham. Bahkan, Anda harus mempelajari profil perusahaan tempat Anda akan melakukan investasi saham agar Anda bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.  Investasi memang menarik untuk dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan yang aman, nyaman, dan tentram. Baik investasi saham dan reksadana sama-sama butuh dipelajari dengan seksama mengingat tetap ada faktor resiko yang harus dihadapi masing-masing. Baik saham maupun reksadana sama-sama menunjang untuk keperluan bisnis kedepannya.